Copyright © 2010-2013
Sabtu, 19 April 2014

Mewujudkan Mimpi Melalui Heineken Road to Ibiza Final

Saya bukan penggemar berat sepak bola. Apalagi memainkannya di lapangan. Entah kenapa saya selalu merasa kaki saya kurang terampil dan lincah dalam menggiring atau menggocek bola. Jadi setiap bermain futsal dengan teman-teman saya lebih berlari ke sana kemari saja, tapi tanpa ada bola di kaki saya. Haha. Yah paling tidak keluar keringat.

Untuk menonton bola saya tidak melakukannya secara rutin seperti kebanyakan teman-teman pria saya. Saya tidak memiliki tim favorit. Biasanya saya nonton bola di pertandingan penting saja, seperti final, baik itu piala dunia maupun pertandingan liga. Karena perilaku saya ini, saya pasrah jika ada yang menganggap saya sebagai poser bola. :D

Salah satu pertandingan penting yang rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja adalah final liga Champion UEFA yang akan diselenggarakan bulan depan, tepatnya 24 Mei 2014. Walaupun saya awam bola, tapi saya tahu bahwa liga Champion ini diikuti antar klub-klub sepak bola Eropa tersukses dan dianggap sebagai kejuaraan paling prestisius di wilayah Eropa.

Kebetulan beberapa minggu lalu, brand premium bir terfavorit, Heineken mengundang saya dan teman-teman blogger lainnya untuk datang ke kick-off party Road to Ibiza Final dimana mereka akan mengajak lima orang yang beruntung dari Indonesia untuk nonton bareng final liga Champion UEFA ini di Ibiza, Spanyol, bersama 500 konsumen Heineken dari 50 negara di dunia. 


Mungkin sekilas bagi penggemar berat sepak bola rasanya cukup aneh dengan kegiatan nonton bareng di Ibiza ini. Pasti banyak pertanyaan yang akan muncul, seperti mengapa gak sekalian nonton bareng di stadion tempat penyelenggaraan final Champion UEFA di Lisbon, Portugal? Kenapa harus nonton bareng dari layar? Karena kalau nonton bareng di layar sih bisa di café-café atau bar di Jakarta, mungkin begitu pikir sebagian penggemar berat sepak bola.

Sejak 2005, Heineken sebagai brand bir premium berkelas internasional telah menjadi sponsor utama dari liga Champion UEFA yang merupakan ajang sepak bola paling bergengsi di wilayah Eropa ini. Lalu mengapa sebuah bir bisa menjadi sponsor dari sebuah kegiatan olahraga? Karena selain ritual klasik: nonton bola enaknya pake bir dan kacang, menonton bola juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang banyak. Dan menonton bola bersama Heineken adalah bagian gaya hidup premium yang patut dirayakan. 

Heineken juga bukan sekedar brand bir semata, melainkan sudah menjadi brand penanda dari aktivitas gaya hidup kaum muda dewasa yang modern, berpikiran terbuka, percaya diri dan berprestasi. Kaum muda dewasa yang menjadi target pasar Heineken memang mereka yang memiliki passion di musik, fashion, film, travelling, party yang berkelas.

Jadi menjawab pertanyaan di atas, Heineken dengan program Road to Ibiza Final ini ingin menawarkan sebuah pengalaman internasional kelas wahid. Dan Ibiza sebagai salah satu tujuan wisata pantai terpopuler dunia adalah tempat yang tepat untuk semakin menguatkan karakter dan posisi brand Heineken itu sendiri dan juga untuk menggapai target pasar yang sesuai dengan Heineken.

Untuk semakin menggugah keinginan pergi ke Ibiza bareng Heineken, silahkan simak video berikut. 


Jadi kalau kamu biasanya nobar di café atau bar di Jakarta, dengan Heineken pengalaman nobar kamu bisa naik kelas. Kapan lagi bisa nobar di klub ternama di Ibiza dengan bintang tamu para pemain sepak bola terkenal lalu setelah itu lanjut pesta dengan iringin DJ-DJ kelas dunia.

                                                          foto dari Twitter HeinekenID

                                                      foto dari Twitter HeinekenID

Buat kamu yang biasanya futsal di lapangan sewaan di tengah kota, di Ibiza nanti kita bisa merasakan main futsal di tengah hamparan lautan seperti ini. Mudah-mudahan aja bolanya gak terlalu keras ditendang hingga tidak nyemplung di laut. :D

                                                        foto dari Twitter HeinekenID

Saya sendiri walau bukan penggemar bola sangat antusias begitu mengetahui ada kesempatan untuk bisa nonton bareng final liga Champion UEFA di Ibiza bareng Heineken. Bagi saya nonton bareng di Ibiza nantinya itu sudah lebih dari sekedar menonton pertandingan olahraga. Karena sudah menjadi bagian dari perayaan dalam menikmati hidup. 

                       Suasana di Ushuaia, klub terpopuler di Ibiza. Foto diambil dari sini    
             
Cara Heineken mengundang konsumennya untuk nonton bareng final liga Champion UEFA di Ibiza juga cukup unik. Para konsumen harus mencari kode yang tersebar online di berbagai blog dan website tertentu dengan petunjuk yang diberikan di sini.

Selain itu, konsumen juga harus mencari kode secara offline di berbagai outlet resmi Heineken, seperti 7 Eleven, Circle K, Carrefour, atau restoran/café/bar favorit di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Batam & Bali.

Kalau udah dapat nomer kode, masukin nomer tersebut berikut data diri ke aplikasi yang ada di halaman Facebook Heineken di sini. Aplikasi ini juga dapat diakses mobile melalui ini.
Langkah terakhir adalah menceritakan alasan mengapa kamu ingin nonton bareng final Champion UEFA di Ibiza.

Pencarian kode ini sudah berlangsung dari tanggal 1 April dan akan ditutup tanggal 21 April 2014. Berarti tinggal dua hari lagi dari sekarang! Pengumuman pemenang akan tersedia di Facebook Heineken tanggal 23 April 2014.


Deg-degan ya? Haha.

Saya juga semakin deg-degan sekarang ini karena berharap bisa menang dan pergi ke Ibiza. Selain ingin merasakan gegap gempita dunia malam kelas dunia selama di sana, saya juga ingin merasakan bagaimana indahnya menikmati matahari tenggelam di tepi pantai Ibiza dengan iringan musik chill out dan Balearic yang tentunya semakin disempurnakan dengan kehadiran bir dingin dari Heineken.

Musik-musik chill out yang saya maksud itu adalah musik-musik ala Cafe Del Mar. Mungkin kalian ada yang ingat dengan seri kompilasi Cafe Del Mar yang sempat populer di Indonesia pada pertengahan hingga akhir 90an? Nah, nama Cafe Del Mar itu adalah nama dari salah satu bar simbolik di Ibiza yang dikenal dengan pemandangan sunset yang indah dan juga dengan musik-musik chill outnya yang hingga kini telah dirilis dalam 19 seri album kompilasi.


                                                                            foto dari sini

Kira-kira seperti ini keadaan sunset di Cafe Del Mar yang saya ambil dari menu galeri di website resminya


Masa remaja saya diisi dengan mendengarkan beberapa kompilasi Cafe Del Mar tersebut. Saya dulu beli albumnya masih dalam format kaset. Ini penampakan dua kaset Cafe Del Mar milik saya yang paling sering saya dengarkan.


Musik-musik chill out Cafe Del Mar pada masanya sempat menjadi album wajib dengar untuk saya kalau lagi liburan di pantai. Sembari saya terus bermimpi suatu saat saya bisa mendengarkan musik Cafe Del Mar langsung di tempatnya. Yang sekarang ternyata impian tersebut sudah di depan mata. 

Musik-musik chill out ala Cafe Del Mar lalu berkembang menjadi entitas musikal lainnya yang populer dengan sebutan Balearic beat. Apa itu Balearic? Balearic merupakan wilayah kepulauan di barat laut Mediterania. Dan pulau Ibiza adalah pulau ketiga terbesar di wilayah Balearic. Beberapa jenis musik yang kerap terdengar di Ibiza pada kelanjutannya disebut sebagai musik Balearic. Intinya sih musik Balearic yang mengandung beberapa unsur musik Deep House, Italo House dan sedikit RnB ini adalah mutasi dari musik chill out yang lebih umum. 

Tidak membutuhkan waktu lama untuk saya jatuh cinta dengan musik Balearic. Karena saya yang sebelumnya sudah menggemari musik-musik Cafe Del Mar. Beberapa musisi Balearic favorit saya antara lain Southern Shores dan Air France.

Selain saat sunset, saya selalu membayangkan mendengarkan musik-musik Balearic ini saat matahari terbit setelah berpesta hingga subuh di sebuah klub malam. Musik Balearic yang santai dan menenangkan ini seperti sebuah pendinginan setelah semalaman telinga kita digempur oleh musik elektronik bertempo tinggi. Lebih sempurna lagi, mendengarkan musik Balearic saat sedang berkendara melewati jalan raya di tepi pantai Ibiza menggunakan mobil dengan atap terbuka

Khayalan tingkat tinggi, kalau kata Ariel. :D

Tapi memang begitulah mimpi. Kita harus selalu bermimpi di tingkat yang lebih tinggi dari posisi kita sekarang. Jadi wajar jika saya dan kamu memiliki mimpi besar untuk dapat pergi ke Ibiza bareng Heineken. 

Akhir kata, dalam nama Tuhan DJ di Ibiza, semoga saya mendapat berkat untuk diberangkatkan ke tanah suci untuk melakukan ibadah menonton final Champion UEFA seraya mendengar kidung pujian di Cafe Del Mar.

Cheers and beers!

PS: Untuk pemanasan Road to Ibiza Final dan untuk kalian yang belum kebayang bagaimana musik chill out Cafe Del Mar dan musik Balearic ala Ibiza yang saya sebutkan di atas, silahkan dengar playlist saya ini.

0 comments:

Posting Komentar