Copyright © 2010-2013
Senin, 08 Juli 2013

A Journey of Rock Harmony

Ketika saya mengetahui bahwa lineup utama dari acara puncak Soundrenaline 2013 menampikan reuni dan kolaborasi dari band-band papan atas di Indonesia yang sempat berjaya di era 90an, saya sangat antusias. Terutama karena saya tumbuh sebagai remaja di era tersebut dengan mendengarkan album-album para penampil utama di Soundrenaline 2013.




Pertama kali saya mendengarkan Slank saat mereka merilis album Generasi Biru di tahun 1994. Di tahun yang sama, saya juga mengenal GIGI melalui album Angan. GIGI kemudian menjadi band favorit saya selama dekade SMP dan SMA. Saya kerap mengikuti mereka tampil di berbagai acara di Jakarta pada saat itu.

Setahun setelah saya mengenal Slank dan GIGI, telinga saya berkenalan dengan musik dari Dewa 19 melalui album mereka Terbaik Terbaik yang dirilis di tahun 1995.  Sejak saat itu, saya selalu mengoleksi album-album Dewa 19 dan mengagumi karya-karya Ahmad Dhani pada era sebelum ia mengenal Mulan Jameela.

Dan semua romantisme masa remaja saya dirayakan kembali dengan meriah melalui Soundrenaline 2013 yang tahun ini menampilkan konsep reuni dan kolaborasi yang terdiri dari reuni GIGI formasi lengkap dari awal karir mereka, reuni Dewa 19 dengan Ari Lasso dan Tyo Nugros serta reuni Slank yang menghadirkan formasi awal mereka, Indra Q dan Pay, namun minus Bongky.

Soundrenaline 2013 mengusung konsep “A Journey of Rock Harmony” dan konsep tersebut benar-benar terwujud melalui konsep reuni ini.  Tiga penampil terakhir di Soundrenaline 2013 seakan melakukan napak tilas perjalanan karir mereka pada panggung megah Soundrenaline.

Slank yang sudah menjadi penampil Soundrenaline sejak pertama kali Soundrenaline terselenggara di 2002 baru kali ini memboyong rekan bandnya terdahulu di atas panggung. Saya pribadi belum sempat menyaksikan langsung Slank dengan formasi Pay, Indra dan Bongky pada masanya. Jadi kemarin pertama kalinya saya mendengar langsung rentetan melodi piano di “Kamu Harus Pulang” keluar dari tuts piano yang ditekan Indra Q. Dan juga pertama kalinya saya melihat Kaka mendampingi Pay saat ia melakukan melodi gitar.





Sementara Dewa 19 dengan Ari Lasso sebagai vokalis utama juga membawa kenangan saya dan banyak orang yang pernah melewati era 90an. Namun tidak seperti penampilan reuni Dewa 19 pada Road to Soundrenaline di kota Padang dan Banjarmasin yang banyak membawakan lagu-lagu di era saat Ari Lasso masih menjadi vokalis, pada puncak acara Soundrenaline 2013, Dewa 19 malah banyak menyanyikan lagu-lagu mereka saat Once menjadi vokalis utama.


Walhasil, beberapa lagu seperti “Arjuna” atau “Pangeran Cinta” seperti kehilangan nyawanya saat dinyanyikan oleh Ari Lasso. Ahmad Dhani memang dikenal sebagai pencipta lagu yang menyesuaikan karakter si penyanyinya.  Walau begitu, saya dan banyak orang masih bersyukur dapat mendengar lagu “Kangen”, “Cinta Kan Membawamu Kembali” dan “Kamulah Satu-Satunya” melalui suara Ari Lasso.




Satu-satunya reuni yang sangat berhasil dan menjadi representasi sesungguhnya dari konsep Soundrenaline 2013 “A Journey of Rock Harmony” terlihat dari penampilan GIGI.  Penampilan GIGI pada Soundrenaline 2013 dibuka dengan formasi terkini dan ditutup oleh formasi GIGI terdahulu yang bermain bersama dengan formasi terkini.



Kemeriahan reuni GIGI menjadi lebih mengasyikkan untuk ditonton karena interaksi antar personil yang begitu hangat dan menyenangkan. Beberapa celetukan yang dilontarkan Armand mengenai teman-teman sebandnya terdahulu kerap mengundang gelak tawa penonton. Terlihat sekali semua personil GIGI yang telah keluar dari band masih menjalin kekerabatan yang erat. Sebagai penutup, GIGI membawakan lagu-lagu hits mereka dari album pertama dan kedua yang membuat saya seperti kembali ke masa SMP/SMA saat kerap menonton mereka secara langsung.



Di akhir penampilan GIGI, Armand Maulana menyapa para Slankers dan Baladewa yang sedang bersiap untuk melihat band-band idola mereka yang akan tampil setelah GIGI. "Kita bertiga (Dewa, Gigi, Slank) hingga kini (masih) menjadi band Pithecanthropus Erectus di Indonesia," ungkap Armand berkelakar.  

Pithecanthropus Erectus yang dimaksud Armand adalah Dewa, GIGI, Slank merupakan sebagian dari band-band 'tua' di Indonesia yang sanggup bertahan lebih dari 20 tahun. Harus diakui juga, tiga penampil terakhir di Soundrenaline 2013 tersebut memang masih menjadi tiga band terbesar negeri ini yang telah menjadi inspirasi bagi banyak band di Indonesia hingga saat ini.

Besar disini tidak ditentukan oleh banyaknya fans dan besarnya penjualan album namun ditentukan oleh seberapa lama lagu-lagu mereka bertahan di masyarakat. Dan Dewa, GIGI, Slank di luar berbagai konflik yang pernah dilalui selama karir mereka, telah membuktikan keabadian karya musik masing-masing yang masih dapat dinikmati dan didengar oleh beberapa generasi pada masyarakat Indonesia.

Begitupun dengan Soundrenaline yang telah terbukti menjadi festival musik yang terus terselenggara selama satu dekade terakhir. Dan memasuki dekade kedua, Soundrenaline 2013 menjadi momen dari Soundrenaline yang baru. Soundrenaline yang telah belajar dari kesalahan-kesalahannya di masa lampau dan terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. 

A Journey of Rock Harmony dalam Soundrenaline 2013 menjadi contoh baik dalam merayakan kenangan dan melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sebagai bekal yang baik untuk memasuki perjalanan berikutnya.

Salut untuk Soundrenaline dan Sampoerna A.



0 comments:

Poskan Komentar