Copyright © 2010-2013
Kamis, 05 Agustus 2010

Day #4: We Have All The Time In The World


Sering kita mendengar kalimat-kalimat ini, "Maaf, saya tidak punya waktu." atau "Andaikan saya memiliki waktu yang lebih banyak."

Banyak anggapan bahwa waktu adalah sesuatu yang mahal. Begitu sulit dicari, begitu sulit untuk mendapatkannya secara berlimpah. Padahal, waktu itu merupakan kekayaan diri dengan jumlah berlimpah yang sebenarnya sudah dimiliki semua orang. Waktu adalah harta karun diri yang nilainya jauh lebih berharga daripada uang.

Maka dari itu, saya tidak setuju ungkapan waktu adalah uang. Karena kita tidak bisa menukar waktu dengan uang. Waktu bisa jadi adalah uang, namun yang pasti uang bukanlah sebuah waktu.


Saya juga tidak setuju istilah menunda waktu. Waktu itu akan terus berjalan tak terhentikan. Jika menunda berarti kita menghentikan waktu. Rasanya membuang waktu itu lebih tepat dari istilah menunda waktu. Ketika seseorang tidak menggunakan harta waktu dengan sebagaimana mestinya, berarti ia membuang hartanya dengan sia-sia.

Kita sang pemilik waktu akan terus menggunakan harta tak ternilai tersebut dengan caranya masing-masing. Cara itu merupakan pilihan pribadi. Dan pilihan itulah yang menjadi pekerjaan rumah yang akan selalu kita hadapi. 

Waktu tidaklah membatasi hidup kita. Namun pilihan hidup kita yang akan terus membatasi waktu. Kita memiliki semua waktu yang ada di dunia, maka jangan sampai kita terus membuangnya.

0 comments:

Poskan Komentar