Copyright © 2010-2013
Sabtu, 21 Agustus 2010

Day #19: Spit on a Strangers


Apakah di jaman internet ini kita masih mengenal istilah orang tak dikenal? Mau sebagaimana asingnya, kita masih dapat mencari paling tidak sedikit informasi tentangnya di rimba raya internet ini.

Walau kita tidak mengenal dengan dekat, namun kita dapat mengenalnya dari jauh.

Mencari identitas pribadi adalah kemampuan yang kini tidak hanya dimiliki oleh pihak kepolisian atau dinas rahasia saja. Yang diperlukan sekarang hanya lah nama atau kata kunci yang spesifik, maka semua orang yang pernah melakukan kegiatan berinternet dengan seijin Yang Maha Kuasa Google, dapat teridentifikasi.

Internet melahirkan jutaan pengintai setiap harinya. Dan pengintai di internet itu bukan lah seperti pengintai kejam berdarah dingin yang biasa ada di film-film action thriller. Pengintai yang ada bisa jadi merupakan seorang staf HRD yang memang harus mengintai calon karyawannya melalui Facebook. Atau pengintai itu merupakan seseorang pria yang tengah dilanda asmara yang sedang mencermati film atau musik apa dari kegemaran wanita yang tengah disukainya.

Akibat dari itu semua, ketika kita bertemu dengan seseorang yang tidak dikenal di kehidupan nyata, kita dapat seakan-akan lebih mengenalnya lagi di dunia maya. Jika keadaannya kita bertemu seseorang tak dikenal di sebuah kesempatan seperti di tempat umum dan kita tidak saling menukar kartu nama, nomer telepon atau pin BB, orang tersebut akan tetap berakhir menjadi orang asing bagi kita.

Seperti cerita di sebuah episode lama dari serial How I Met Your Mother yang kebetulan baru saya tonton kembali di televisi kemarin. Di episode tersebut, tokoh utama Ted bertemu dengan seseorang wanita di sebuah pesta perkawinan. Dari awal pertemuan, wanita itu sudah mengajukan sebuah aturan main, yakni kisah pertemuan mereka di malam itu tidak akan berlanjut keesokan harinya. Lalu mereka saling mengenalkan diri dengan nama palsu.

Akhirnya malam itu dihabiskan dengan indah oleh mereka berdua. Mereka berencana tidak akan bertemu kembali dan juga mencari tahu keberadaan masing-masing. Semuanya terhenti hanya di malam itu demi cerita yang dapat dikenang manis oleh keduanya di masa depan.

Cerita tadi adalah contoh dimana istilah orang tak dikenal atau "strangers" masih berlaku karena keduanya tidak memiliki bekal informasi apapun untuk melakukan pencarian di internet ataupun mencari melalui buku telepon. Lain cerita jika kita memang berusaha kuat untuk mengubah status "strangers" tadi dengan mencari tahu mengenai sang "strangers" melalui berbagai cara.

Namun, terkadang "strangers" itu harus tetap menjadi "strangers", dengan berbagai alasannya.

Pavement - Spit on a Strangers

0 comments:

Poskan Komentar